- BP Arkadia. Sesi makan siang bersama Pak Agus, Senior Advisor in Human Resources Division BP Indonesia, alumni Teknik Kimia ITS.
- Saya : Dua pertanyaan Pak, bagaimana perjalanan karir di BP untuk bisa sampai level advisor? Pertanyaan kedua, kenapa Bapak pindah haluan ke divisi HR, apa ada alasan khusus ?
- Pak Agus : Wah pertanyaanmu yang pertama bagus, yang kedua kurang ajar nih ya (sambil tertawa)
- S : Hehe maaf pak kalau kurang ajar gapapa gak dijawab (takut nih ceritanya)
- PA : .... (menjawab pertanyaan pertama)
- PA : (diam, tiba-tiba agak menduduk)
- S : ... (beneran tambah takut)
- PA : Awalnya saya ingin mencoba semua bidang, yah jaman muda kan ingin mencari pengalaman. (Nadanya mulai turun)
- PA : Jangan ikutin saya.. Indonesia kekurangan orang yang ahli di bidangnya, itu membuat negara ini semakin lambat maju. Kalau bisa perdalam ilmu yang sekarang kamu ambil, negara ini butuh generasi kamu.
- ............. speechless.
-
“Tanpa Pancasila, kita bukan Indonesia” (malesbangetdotcom)
-
Happy Independence Day, Sabang Merauke Miangas Rote! :)
*follow our twitter account, @Penyala, and add our facebook, Indonesia Menyala
-
Ketika berganti agama lebih mudah dari berganti kewarganegaraan…
Awal kata, aku bilang ini cuma uneg-uneg. Jangan dibawa serius, apalagi dibawa kesal. Kalau mau dibawa ke sana, mending jangan dibaca. Oke aku sudah bilang ya?
Ratna Sari Dewi Soekarno yang sudah berpuluh tahun tidak tinggal di negara ini ternyata tetap memegang kewarganegaraan Indonesia. Alasannya ketika menjadi seorang istri kepala negara, kewarganegaraan sudah tidak dapat diganti.
Buat aku, Tuhan itu seperti Bapak. Ada pepatah, boleh ada mantan suami tapi tidak pernah ada mantan Bapak. Ibu Dewi Soekarno begitu ‘terikat’ dengan kewarganegaraan yang didapat karena suaminya. Lalu bagaimana dengan ikatan kita sebagai manusia dengan Tuhan?
Aku tidak berniat menyalahkan siapapun. Berganti agama itu kebebasan (bahkan kamu mau bilang kalau aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku tahun-tahun ke depannya bukan? Haha).
Untunglah Indonesia ini menganut monogami, bukan monogama. Lucu. Manusia ini banyak yang takut sama istrinya, tapi tidak takut sama Tuhannya.
Okelah, aku tahu agama itu urusan manusia dengan Tuhan. Jadi akupun, yang masih tercatat sebagai manusia, tidak ada wewenang untuk mengurusi hal ini.
Hmm berarti aku sudah terlalu jauh. Untuk itu, maaf atas kelancanganku
(.)
-
Pondasi hidup
“Yang terpenting dari sebuah bangunan adalah pondasinya. Pondasi yang kuat akan membuat bangunan itu kuat menghadapi apapun yang ditimpakan padanya,” sebuah kutipan dari pesan Aa Gym pada acara kunjungan salah satu TV swasta.
Yang mengesankan buat saya yaitu kalimat seusainya, “Dalam kehidupan manusia, pondasinya merupakan pengenalan akan Allah”.
Hal yang benar memberi semangat manusia untuk menjalankan kehidupannya, Tuhan. Percaya pada Tuhan bisa mengubah seorang ‘rambo’ menjadi ‘bimbo’.
:-)
It’s easier when your life doesn’t know what seeing is believing means.
Tuhan memberi hidup manusia sesuatu yang kita kenal dengan ‘harapan’. Karena dalam pengharapan ada semangat. Dan dalam semangat ada keberhasilan.
-
It is so humbling that human has the ability to forget. Because life is more bearable with some things forgotten.
someone on twitter (via raspberryx)
(via froyolava)